Si Buta itu telah Melek

21 March 2020
Si Buta itu telah Melek

Bacaan: Yoh 9:1-41

__Sobat Youcat, __

Di Minggu Prapaskah yang ke-4 ini, kita semua kini berhadapan dengan situasi sulit. COVID-19 menjadi “hantu” yang menakuti banyak orang. Kepanikan ada di mana-mana. Kita pun dalam situasi tidak merayakan Ekaristi di gereja. Namun, kita yakin sebagai orang Katolik bahwa kita punya harapan karena Tuhan Yesus senantiasa menemani kita di tengah situasi ini.

Sobat Youcat,

Tuhan Yesus hadir bagi Si Buta dan menyembuhkannya. Kesembuhan itu suatu anugerah dari Allah. Namun, kesembuhan itu bukan saja anugerah Allah tetapi jawaban iman dari Si Buta yang percaya kepada Yesus. Inilah hal yang tidak boleh dilupakan bahwa rahmat dari Allah diberikan dan bekerja ketika seorang itu yakin akan rahmat Allah itu.

Sobat Youcat,

Kita pun dalam kondisi saat ini perlu selalu ingat bahwa Allah selalu akan memberikan rahmat-Nya. Kita semua adalah seperti orang buta ini. Kita semua dapat memperoleh kesembuhan. Kita akan mendapatkan rahmat yang sama dengan orang buta tersebut. Namun, kita juga jangan lupa untuk menempatkan diri kita kepada Allah. Inilah yang sebenarnya membedakan si Buta itu dengan orang-orang Farisi. Orang Farisi mencari-cari kesalahan dari Tuhan Yesus yang menyembuhkan pada hari Sabat, sedangkan si Buta meyakini bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang menyembuhkan.

Bagaimana dengan kita sekarang ini? Kita sepatutnya selalu percaya dan tidak hanya menggerutu dalam kondisi saat ini. Kita berusaha dan kita berjuang bersama menghadapi kondisi di bangsa kita. Inilah bentuk iman sejati yang selalu percaya dan berharap dengan juga upaya kita untuk berusaha melakukan yang benar.

Sobat Youcat, Kita semua kini di rumah, tidak merayakan Ekaristi yang biasa kita rindukan. Untuk itu, kita semua perlu berdoa dengan penuh iman dan harapan supaya kita semua menjadi sosok yang sama dengan si Buta yang tidak hanya diam, tetapi berbicara bahwa Tuhan itu menyembuhkan. Kita menjadi saksi-saksi iman melalui suara kita kepada dunia agar dunia tidak panik dan mengeluh tetapi memberikan seruan positif agar berjuang bersama.

Sobat Youcat, Tetaplah dalam pengharapan dan kita bersama doakan terutama para pasien yang berjuang dan para dokter, perawat semua petugas medis yang bertempur memerangi virus ini.

Pax et Bonum

Rm Benny Suwito