OMK Sayang Maria

Maria,
26 May 2019
OMK Sayang Maria

Sayangkah kamu kepada Maria, Bunda kita? “Hm... kalau berdoa kepada Bunda sih iya.” Tapi apakah berdoa itu selalu berarti mengasihi? “Tidak… Lho, emang perlu ya berelasi dengan Maria sampai tahap mengasihi dia? Percaya dan berdoa saja tidak cukup ya? Sebenarnya sejauh apa kita membutuhkan sang Bunda?” Pertanyaan bagus! Mari kita simak pendapat para santo dan santa, sebab merekalah yang paling ahli dalam perkara rohani.

“Setelah kasih kepada Yesus Kristus, kita harus mengutamakan kasih kepada ibuNya, Maria, di dalam hati kita.” (St. Alfonsus Liguori)
Beberapa orang begitu bodohnya sampai berpikir bahwa mereka mampu menjalani hidup tanpa bantuan Bunda kita yang terberkati ini. … Kehidupan seorang Kristen adalah peperangan rohani yang terus berlangsung sepanjang hidupnya. … Serahkanlah dirimu ke dalam tangan Bunda surgawimu. Dia akan memelihara jiwamu dengan baik.” (St. Pio dari Pietrelcina)

Perkataan yang keras tetapi perlu. Sungguh benar bahwa banyak orang melupakan, bahkan tidak mengerti, bahwa kehidupan manusia di dunia ini adalah sebuah ajang pertempuran rohani yang berakhir hanya dengan kematian kita. Betapa seriusnya hal ini! Betapa malangnya orang-orang yang karena kenaifan dan kecerobohannya terjebak dalam jerat-jerat iblis sehingga mereka terus kalah, kalah dan kalah, dan terjebak dalam situasi hidup yang kelam dan penuh dosa, terlebih orang-orang muda! Banyak dari kalangan anak muda yang harus menanggung masa depan yang sukar dengan deraian air mata, hanya karena di masa mudanya mereka jatuh ke dalam godaan iblis yang selalu berusaha merusak masa depan manusia sehingga Allah yang telah merencanakan masa depan yang indah untuk setiap manusia berhasil dicemohnya. Iblis melukai hati Bapa, dengan merusak masa depan anak-anakNya, sebab dia tahu bahwa hati seorang bapa sangat peka terhadap penderitaan anaknya. Marilah kita mengasihi Tuhan Allah dan Bapa kita dengan menjalani hidup ini dengan baik dan dengan waspada terhadap jebakan iblis.

“Tapi aku ini muda, kurang dalam segi pengalaman, kepintaran, dan pengetahuan. Melaksanakan kewajiban sehari-hari saja aku teledor dan banyak salahnya, mana bisa aku mengerti mana yang adalah jebakan iblis dan mana yang bukan? Mission impossible ini...”

Tepat! Memang benar bahwa segala kepandaian kita sebagai manusia tidak bisa mengalahkan kepandaian iblis yang kodrat malaikatnya ada di atas kodrat manusia. Jangankan kita anak muda, Raja Salomo yang adalah manusia yang paling bijaksana dan jenius dalam sejarah manusia saja jatuh ke dalam dosa karena jerat iblis yang sangat memahami bagaimana menggunakan segala macam kelemahan manusia. Dalam kasus Raja Salomo, kelemahan ‘suka cewek cantik’ itu diperalat iblis sedemikian rupa sehingga dia memimpin rakyatnya untuk menyembah allah lain, meninggalkan Tuhan dan mengakibatkan perpecahan dan peperangan di antara bangsa Israel yag terus berlangsung turun-temurun selama ribuan tahun. Kita sendiri juga sama. Contohnya, menunda-nunda pekerjaan dengan melakukan hal/kegiatan lainnya yang lebih seru dan menyenangkan. Para Bapa Padang Gurun (abad ketiga) menunjuk kelemahan manusiawi yang terlihat sepele namun serius ini sebagai The Noonday Devil atau Acedia. Ini adalah salah satu alat favorit iblis yang terbukti ampuh dalam mengalahkan manusia.

“Aduh, betul itu. Aku punya banyak sekali kelemahan yang bisa dipergunakan iblis untuk merusak masa depanku sendiri. Sungguh susah melawan godaan iblis dengan kelemahan yang begitu banyak. Gimana dong?”

Tenang, guys. Kita punya Bunda Maria!

Kalau kamu berseru kepada sang Perawan saat kamu dicobai, dia akan segera datang dan iblis akan meninggalkanmu.” (St. Yohanes M. Vianney)
Ketakutan manusia kepada sekelompok tentara yang kuat dan kejam, tidak sebanding dengan ketakutan penghuni neraka terhadap nama dan perlindungan Maria.” (St. Bonaventura)

Kita punya Ibu surgawi yang sangat perkasa melawan iblis dan paling mampu membantu kita menghadapi kelemahan-kelemahan kita. Tidak ada satupun doa Maria yang tidak dikabulkan oleh Putranya, Yesus Kristus, Tuhan dan Allah. Itulah sebabnya di antara semua santo dan santa, yaitu orang-orang Katolik yang paling sukses dalam pertempuran rohani kehidupan, tidak ada satu pun yang tidak dekat dan tidak sayang kepada Bunda Maria! Mereka sungguh paham betapa pentingnya Maria dalam hidup kita, betapa kita sungguh berhutang kepada Maria dan betapa Maria sangat mengasihi dan peduli kepada masing-masing kita.

“Dalam bahaya, dalam keraguan atau kehilangan iman, dalam berbagai kesukaran, ingatlah kepada Maria, berserulah kepada Maria. Jangan biarkan namanya hilang dari bibirmu, janganlah namanya pergi dari hatimu.” (St. Bernardus dari Clairvaux)
“Ketika kamu sedih dan gelisah, berserulah kepada sang Bunda. Katakan saja doa yang sederhana ini: ‘Maria, Bunda Yesus, jadilah Bundaku di saat ini.’ Aku harus mengakui bahwa doa ini tidak pernah mengecewakan aku.” (St. Teresa dari Kalkuta)
“Betapa bahagianya mengingat bahwa Maria adalah Ibu kita! Karena dia mengasihi kita dan mengenal kelemahan-kelemahan kita, apa yang harus kita takutkan?” (St. Teresia dari Lisieux)
Dulu, kamu berusaha sendiri dan kamu tidak mampu. Sekarang kamu telah berpaling kepada Maria dan bersama dia, menjadi begitu mudah!” (St. Josemaria Escriva)

Betapa menyenangkan menjadi dekat dengan Maria! Meneladan Maria adalah meneladan Kristus dengan lebih mudah. Mengasihi Maria adalah mengasihi Yesus dengan lebih mudah. Tidakkah kamu mendengar Tuhan berbisik dalam hatimu, “Datanglah kepadaKu, dengan melihat Maria.”

“Jangan takut untuk terlalu mencintai Maria. Kamu tidak akan pernah bisa mengasihinya lebih daripada kasih Yesus kepadanya. ” (St. Maximilian Kolbe)
“Kita tidak bisa memberikan penghormatan yang lebih besar kepada Yesus selain dari penghormatan kepada BundaNya, dan kita menghormati Maria hanya demi menghormati Yesus dengan lebih sempurna. ” (St. Louise Marie de Montfort)

Berbahagialah orang yang mendengarkan dan mendirikan kediaman jiwanya di dekat Maria. Amin.